MGMP PKN GUGUS 02 KBB
Selasa, 18 Desember 2012
Rabu, 07 November 2012
TEKNIK PENYUSUNAN SOAL PILIHAN GANDA
TEKNIK PENYUSUNAN SOAL PILIHAN GANDA
A. Pengertian
Pengukuran secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis (paper and pencil test). Tes tertulis merupakan kumpulan soal-soal yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal, siswa tidak selalu harus merespon dalam bentuk jawaban, tetapi juga dapat dilakukan dalam bentuk lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan sejenisnya. Tes tertulis merupakan teknik pengukuran yang banyak digunakan dalam menilai pencapaian kompetensi mata pelajaran sebagai hasil belajar.
B. Bentuk Tes Tertulis
Soal tes tertulis dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu soal dengan memilih jawaban yang sudah disediakan (bentuk soal pilihan ganda, benar-salah) dan soal dengan memberikan jawaban secara tertulis (bentuk soal isian, jawaban singkat dan uraian).
Dilihat dari bentuk soalnya, tes tertulis dapat dikelompokkan menjadi tes tertulis objektif seperti pilihan ganda dan isian, dan tes tertulis non-objketif seperti bentuk soal uraian non-objketif.
C. Bentuk Soal Pilihan Ganda
Soal pilihan ganda merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disedikan. Kontruksinya terdiri dari pokok soal dan pilihan jawaban. Pilihan jawaban terdiri atas kunci dan pengecoh. Kunci jawaban harus merupakan jawaban benar atau paling benar sedangkan pengecoh merupakan jawaban tidak benar, namun daya jebaknya harus berfungsi, artinya siswa memungkinkan memilihnya jika tidak menguasai materinya.
Soal pilihan ganda dapat diskor dengan mudah, cepat, dan memiliki objektivitas yang tinggi, mengukur berbagai tingkatan kognitif, serta dapat mencakup ruang lingkup materi yang luas dalam suatu tes. Bentuk ini sangat tepat digunakan untuk ujian berskala besar yang hasilnya harus segera diumumkan, seperti ujian nasional, ujian akhir sekolah, dan ujian seleksi pegawai negeri. Hanya saja, untuk meyusun soal pilihan ganda yang bermutu perlu waktu lama dan biaya cukup besar, disamping itu, penulis soal akan kesulitan membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi, terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban, dan peserta mudah mencotek kunci jawaban.
Secara umum, setiap soal pilihan ganda terdiri dari:
- pokok soal (stem) dan
- pilihan jawaban (option).
Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor).
Dalam penyusunan soal tes tertulis, penulis soal harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan soal dilihat dari segi:
- materi;
- konstruksi; dan
- bahasa.
Selain itu soal yang dibuat hendaknya menuntut penalaran yang tinggi.
Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan cara :
- mengidentifikasi materi yang dapat mengukur perilaku pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, atau evaluasi. Perilaku ingatan juga diperlukan namun kedudukannya adalah sebagai langkah awal sebelum siswa dapat mengukur perilaku yang disebutkan di atas;
- membiasakan menulis soal yang mengukur kemampuan berfikir kritis dan mengukur keterampilan pemecahan masalah; dan
- menyajikan dasar pertanyaan (stimulus) pada setiap pertanyaan, misalnya dalam bentuk ilustrasi/bahan bacaan seperti kasus, contoh, tabel dan sebagainya.
D. Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda
Dalam menulis soal pilihan ganda harus memperhatikan kaidah-kaidah
sebagai berikut:
Materi
- Soal harus sesuai dengan indikator.
- Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
- Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar.
Konstruksi
- Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
- Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
- Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar.
- Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
- Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.
- Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, “Semua pilihan jawaban di atas salah”, atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”.
- Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologisnya.
- Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yangterdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.
- Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
Bahasa
- Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasaIndonesia.
- Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.
- Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif.
- Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.
Catatan
- Jumlah pilihan jawaban untuk soal SD dan SMP adalah empat pilihan
- Jumlah pilihan jawaban untuk SMA dan sederajat yaitu lima pilihan
Bagi sebagian orang menulis adalah pekerjaan yang membosankan atau bahkan sebaliknya apalagi menulis sesuatu yang serius seperti menulis soal dimana banyak hal yang harus kita patuhi.
Baiklah, saat ini saya tengah ada dihadapan saudara semua dan akan berbagi pengalaman akan kaidah penulisan soal pilihan ganda.
Dan rambu-rambu ini telah dibuat oleh DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL, BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN telah membuat rancangan sedemikian rupa akan KAIDAH PENULISAN SOAL PILIHAN GANDA dan acuan wajib agar tidak melenceng bagi pihak-pihak yang ditunjuk membuat soal.
Ada tiga hal penting yang harus di ikuti antara lain:
materi
1. Soal harus sesuai dengan indikator.
2. Pilihan jawaban harus homogen dan logis.
3. Setiap jawaban soal harus mempunyai satu jawaban yang benar.
konstruksi
4. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
5. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
6. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar.
7. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
8. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.
9. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, “semua jawaban diatas salah”, atau “semua pilihan jawaban diatas benar”.
10. Plihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut.
11. Gambar, grafik, tabel, diagram dan sejenisnya yang terdapat pada soal jelas dan berfungsi.
12. Butir materi soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
bahasa
13. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
14. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat.
15. Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.
Semoga bermanfaat.
1. Proses Penyusunan
Secara umum, proses pengembangan , penyusunan, penyajian dan pemanfaatnan suatu tes prestasi belajar dapat digambarkan dalam langkah-langkah berikut: (a) penentuan tujuan tes, (b) penyusunan kisi-kisi tes, (c) penulisan soal, (d) penelaahan soal, (e) uji coba soal, termasuk analisisnya, (f) perakitan soal menjadi perangkat tes
2. Kisi-kisi Tes Prestasi belajar
Kisi-kisi adalah suatu format berupa matrik yang memuat pedoman untuk menulis soal atau merakit soal menjadi suatu tes.
a. Kegunaan dan fungsi kisi-kisi, adalah sebagai pedoman pada penulisan soal dan atau dalam melakukan perakitan tes.
b. Syarat-syarat kisi-kisi yang baik
Kisi-kisi tes prestasi belajar harus memenuhi persyaratan, yaitu :
1) Mewakili isi kurikulum/kemampuan yang akan diujikan.
2) Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami.
3) Soal-soalnya dapat dibuat sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang ditetapkan.
c. Komponen kisi-kisi
Komponen-komponen yang biasa dimuat dalam penyusunan kisi-kisi tes prestasi belajar adalah sebagai berikut: (1) jenis sekolah/jenjang sekolah, (2) tingkat sekolah, (3) bidang Studi / mata pelajaran, (4) tahun pelajaran, (5) kurikulum yang diacu/ dipergunakan, (6) jumlah soal, (7) bentuk soal, (8) tujuan pembelajaran, (9) konsep/sub konsep, (10) materi yang akan diujikan/dijadikan soal, (11) indikator, (12) nomor urut soal (jika diperlukan)
3. Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda
Soal bentuk pilhan ganda adalah soal yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan.
a. Keunggulan dan keterbatasan.
Keunggulan soal bentuk pilihan ganda ialah dapat diskor dengan mudah , cepat, serta obyektif, dan dapat mencakup ruang lingkup bahan /materi / konsep yang luas dalam suatu tes untuk suatu kelas atau jenjang pendidikan.
Keterbatasan soal pilihan ganda ialah memerlukan waktu yang relatif lama untuk menulis soalnya, sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi dan terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban.
b. Kaidah Penulisan soal
Kaidah-kaidah penulisan soal merupakan petunjuk atau pedoman yang perlu diikuti penulis agar soal yang dihasilkan memiliki mutu yang baik. Soal yang mutunya baik adalah soal yang mampu menjaring informasi yang diperlukan dan berfungsi secara optimal.
Kaidah-kaidah soal yang dimaksud adalah:
• Materi
- Soal harus sesuai dengan indikator
- Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi
- Setiap soal harus memiliki satu jawaban yang paling benar
• Konstruksi
- Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas
- Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
- Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar.
- Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda
- Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi
- Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
- Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan yang berbunyi “semua jawaban di atas salah” atau semua jawaban di atas benar” dan sejenisnya
- Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya angka tersebut, atau kronologis waktunya.
- Butir soal yang satu jangan bergantung pada jawaban soal lainnya
• Bahasa
- Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia
- Menggunakan bahasa yang komunikatif
- Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat
- Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian
4. Penulisan Soal bentuk uraian
Bentuk soal uraian adalah suatu soal yang jawabannya menuntut siswa untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan-gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis.
a. Keunggulan dan keterbatasan
Keunggulan soal bentuk uraian adalah dapat mengukur kemampuan siswa dalam hal mengorganisasikan pikirannya, mengemukakan pendapatnya, dan mengekspresikan gagasan-gagasan dengan menggunakan kata-kata atau kalimat siswa sendiri.
Keterbatasan soal bentuk uraian antara lain adalah jumlah materi atau konsep/sub konsep yang dapat ditanyakan relatif terbatas, waktu untuk memeriksa jawaban siswa cukup lama, penskorannya relatif subyektif terutama untuk soal uraian non obyektif, dan tingkat reliabilitasnya relatif lebih rendah dibanding dengan soal bentuk pilihan ganda.
b. Kaidah – kaidah penulisan soal
Beberapa kaidah yang perlu diperhatikan dalam penulisan soal bentuk uraian adalah sebagai berikut:
• Materi
- Soal harus sesuai dengan indikator
- Batasan pertanyaan dan jawaban harus jelas
- Isi materi sesuai dengan tujuan pengukuran
- Isi materi yang ditanyakan sudah sesuai dengan jenjang , jenis sekolah, atau tingkat sekolah
• Konstruksi
- Rumusan kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata-kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai
- Butir soal disertai pedoman penskoran
- Rumusan kalimat soal tidak menimbulkan penafsiran ganda
- Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi
• Bahasa
- Rumusan butir soal menggunakan bahasa yang sederhana, komunikatif dan mudah dipahami
- Rumusan soal tidak mengandung kata-kata yang dapat menyinggung perasaan peserta didik
- Rumusan soal tidak menggunakan kata-kata / kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda.
- Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
- Rumusan soal sudah mempertimbangkan segi bahasa dan budaya
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2105619-kaidah-penyusunan-soal-ulangan-uraian/#ixzz2BbP0EAqH
Secara umum, proses pengembangan , penyusunan, penyajian dan pemanfaatnan suatu tes prestasi belajar dapat digambarkan dalam langkah-langkah berikut: (a) penentuan tujuan tes, (b) penyusunan kisi-kisi tes, (c) penulisan soal, (d) penelaahan soal, (e) uji coba soal, termasuk analisisnya, (f) perakitan soal menjadi perangkat tes
2. Kisi-kisi Tes Prestasi belajar
Kisi-kisi adalah suatu format berupa matrik yang memuat pedoman untuk menulis soal atau merakit soal menjadi suatu tes.
a. Kegunaan dan fungsi kisi-kisi, adalah sebagai pedoman pada penulisan soal dan atau dalam melakukan perakitan tes.
b. Syarat-syarat kisi-kisi yang baik
Kisi-kisi tes prestasi belajar harus memenuhi persyaratan, yaitu :
1) Mewakili isi kurikulum/kemampuan yang akan diujikan.
2) Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami.
3) Soal-soalnya dapat dibuat sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang ditetapkan.
c. Komponen kisi-kisi
Komponen-komponen yang biasa dimuat dalam penyusunan kisi-kisi tes prestasi belajar adalah sebagai berikut: (1) jenis sekolah/jenjang sekolah, (2) tingkat sekolah, (3) bidang Studi / mata pelajaran, (4) tahun pelajaran, (5) kurikulum yang diacu/ dipergunakan, (6) jumlah soal, (7) bentuk soal, (8) tujuan pembelajaran, (9) konsep/sub konsep, (10) materi yang akan diujikan/dijadikan soal, (11) indikator, (12) nomor urut soal (jika diperlukan)
3. Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda
Soal bentuk pilhan ganda adalah soal yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan.
a. Keunggulan dan keterbatasan.
Keunggulan soal bentuk pilihan ganda ialah dapat diskor dengan mudah , cepat, serta obyektif, dan dapat mencakup ruang lingkup bahan /materi / konsep yang luas dalam suatu tes untuk suatu kelas atau jenjang pendidikan.
Keterbatasan soal pilihan ganda ialah memerlukan waktu yang relatif lama untuk menulis soalnya, sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi dan terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban.
b. Kaidah Penulisan soal
Kaidah-kaidah penulisan soal merupakan petunjuk atau pedoman yang perlu diikuti penulis agar soal yang dihasilkan memiliki mutu yang baik. Soal yang mutunya baik adalah soal yang mampu menjaring informasi yang diperlukan dan berfungsi secara optimal.
Kaidah-kaidah soal yang dimaksud adalah:
• Materi
- Soal harus sesuai dengan indikator
- Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi
- Setiap soal harus memiliki satu jawaban yang paling benar
• Konstruksi
- Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas
- Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
- Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar.
- Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda
- Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi
- Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
- Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan yang berbunyi “semua jawaban di atas salah” atau semua jawaban di atas benar” dan sejenisnya
- Butir soal yang satu jangan bergantung pada jawaban soal lainnya
• Bahasa
- Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia
- Menggunakan bahasa yang komunikatif
- Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat
- Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian
4. Penulisan Soal bentuk uraian
Bentuk soal uraian adalah suatu soal yang jawabannya menuntut siswa untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan-gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis.
a. Keunggulan dan keterbatasan
Keunggulan soal bentuk uraian adalah dapat mengukur kemampuan siswa dalam hal mengorganisasikan pikirannya, mengemukakan pendapatnya, dan mengekspresikan gagasan-gagasan dengan menggunakan kata-kata atau kalimat siswa sendiri.
Keterbatasan soal bentuk uraian antara lain adalah jumlah materi atau konsep/sub konsep yang dapat ditanyakan relatif terbatas, waktu untuk memeriksa jawaban siswa cukup lama, penskorannya relatif subyektif terutama untuk soal uraian non obyektif, dan tingkat reliabilitasnya relatif lebih rendah dibanding dengan soal bentuk pilihan ganda.
b. Kaidah – kaidah penulisan soal
Beberapa kaidah yang perlu diperhatikan dalam penulisan soal bentuk uraian adalah sebagai berikut:
• Materi
- Soal harus sesuai dengan indikator
- Batasan pertanyaan dan jawaban harus jelas
- Isi materi sesuai dengan tujuan pengukuran
- Isi materi yang ditanyakan sudah sesuai dengan jenjang , jenis sekolah, atau tingkat sekolah
• Konstruksi
- Rumusan kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata-kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai
- Butir soal disertai pedoman penskoran
- Rumusan kalimat soal tidak menimbulkan penafsiran ganda
- Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi
• Bahasa
- Rumusan butir soal menggunakan bahasa yang sederhana, komunikatif dan mudah dipahami
- Rumusan soal tidak mengandung kata-kata yang dapat menyinggung perasaan peserta didik
- Rumusan soal tidak menggunakan kata-kata / kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda.
- Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
- Rumusan soal sudah mempertimbangkan segi bahasa dan budaya
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2105619-kaidah-penyusunan-soal-ulangan-uraian/#ixzz2BbP0EAqH
Jumat, 19 Oktober 2012
PESERTA MGMP GUGUS 02 KBB
PESERTA MGMP PKN
GUGUS 02 PADALARANG
KAB. BANDUNG BARAT
|
NO
|
NAMA
|
ASAL SEKOLAH
|
JABATAN
|
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN
|
|
|
1
|
Budi
Ruhiat, S.Pd.
|
SMPN 1 NGAMPRAH
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
2
|
Drs
Rosidi.
|
SMPN 1 NGAMPRAH
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
3
|
Bambang
Yustia.
|
SMPN 2Ngamprah
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
4
|
Teja
Purnamasari , S.Pd.
|
SMPN 2 NGAMPRAH
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
5
|
Ela
Laelawati, S.Pd.
|
SMPN 2 NGAMPRAH
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
6
|
Usep
Rusmana S.Pd
|
SMPN 1 PADALARANG
|
GURU
PNS
|
PKn
|
|
|
7
|
Dra
Sumarsih
|
SMPN 1 PADALARANG
|
GURU
PNS
|
PKn
|
|
|
8
|
Dra
Eni Nurani.
|
SMPN 1 PADALARANG
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
9
|
Neneng
Salamah, . M.Pd
|
SMPN 2 PADALARANG
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
10
|
Eri
Indriati, S.Pd
|
SMPN 2 PADALARANG
|
GURU NON PNS
|
PKn
|
|
|
11
|
Teti
S.Pd
|
SMPN
4 NGAMPRAH
|
GURU
PNS
|
PKN
|
|
|
12
|
Rina, S.Pd.
|
SMPN 3 PADALARANG
|
PNS
|
PKn
|
|
|
13
|
Sri., S.Pd.
|
SMPN 3 PADALARANG
|
PNS
|
PKn
|
|
|
14
|
Mery, S.Pd.
|
SMPN 3 PADALARANG
|
PNS
|
PKn
|
|
|
15
|
Sandra
Hadi Saputra , S.Pd.
|
SMPN 4 PADALARANG
|
PNS
|
PKn
|
|
|
16
|
Dian
K , S.Pd.
|
SMPN 4
PADALARANG
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
17
|
Sumiarsih
, S.Pd.
|
SMPN 1
BATUJAJAR
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
18
|
Dra
Imas Maygeti
|
SMPN 1
BATUJAJAR
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
19
|
Yuyun
, S.Pd.
|
SMPN
2 BATUJAJAR
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
20
|
Hani, S.Pd.
|
SMPN 4 BATUJAJAR
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
21
|
ATIK
S.Pd
|
SMP
Al Amin
|
GURU NONPNS
|
PKn
|
|
|
22
|
Sudrajat
S.Pd
|
SMP
MAHARDIKA
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
23
|
Muhamad
Darajat S.Pd
|
SMP
PGRI PADALARANG
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
24
|
Yanti
Pertiwi S.Pd
|
SMP
MUSTIKA PDL
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
25
|
Roni
B S.Pd
|
SMPN
2 CIPATAT
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
26
|
Joni
S.Pd
|
SMPN
1 CIPATAT
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
27
|
Jajang
S.Pd
|
SMPN
3 Cipatat
|
GURU PNS
|
PKn
|
|
|
28
|
Nani
Sumartini, S.Pd.
|
SMP
PGRI CIPATAT
|
GURU NON PNS
|
PKn
|
|
|
29
|
Hadi , S.Pd.
|
SMP
PGRI CIPATAT
|
GURU NON PNS
|
PKn
|
|
|
30
|
Hendro
Kartiko S.Pd
|
SMPN
3CIPATAT
|
GUR PNS
|
PKn
|
BUKTI HONOR
KEGIATAN MGMP GUGUS
02 KABUPATEN BANDUNG BARAT
Mata Pelajaran :
PKn
Hari, Tanggal :
…………………., …………..,2012
|
NO
|
NAMA
|
ASAL SEKOLAH
|
BESARAN
|
Tanda tangan
|
|
(Rp)
|
|
|||
|
1
|
Budi
Ruhiat, S.Pd.
|
SMPN 1 NGAMPRAH
|
|
|
|
2
|
Drs
Rosidi.
|
SMPN 1 NGAMPRAH
|
|
|
|
3
|
Bambang
Yustia.S.Pd
|
SMPN 2Ngamprah
|
|
|
|
4
|
Teja
Purnamasari , S.Pd.
|
SMPN 2 NGAMPRAH
|
|
|
|
5
|
Ela
Laelawati, S.Pd.
|
SMPN 2 NGAMPRAH
|
|
|
|
6
|
Usep
Rusmana S.Pd
|
SMPN 1 PADALARANG
|
|
|
|
7
|
Dra
Sumarsih
|
SMPN 1 PADALARANG
|
|
|
|
8
|
Dra
Eni Nurani.
|
SMPN 1 PADALARANG
|
|
|
|
9
|
Neneng
Salamah, . M.Pd
|
SMPN 2 PADALARANG
|
|
|
|
10
|
Eri
Indriati, S.Pd
|
SMPN 2 PADALARANG
|
|
|
|
11
|
Teti
S.Pd
|
SMPN
4 NGAMPRAH
|
|
|
|
12
|
Rina, S.Pd.
|
SMPN 3 PADALARANG
|
|
|
|
13
|
Sri., S.Pd.
|
SMPN 3 PADALARANG
|
|
|
|
14
|
Mery, S.Pd.
|
SMPN 3 PADALARANG
|
|
|
|
15
|
Sandra
Hadi Saputra , S.Pd.
|
SMPN 4 PADALARANG
|
|
|
|
16
|
Dian
K , S.Pd.
|
SMPN 4
PADALARANG
|
|
|
|
17
|
Sumiarsih
, S.Pd.
|
SMPN 1
BATUJAJAR
|
|
|
|
18
|
Dra
Imas Maygeti
|
SMPN 1
BATUJAJAR
|
|
|
|
19
|
Yuyun
, S.Pd.
|
SMPN
2 BATUJAJAR
|
|
|
|
20
|
Hani, S.Pd.
|
SMPN 4 BATUJAJAR
|
|
|
|
21
|
ATIK
S.Pd
|
SMP
Al Amin
|
|
|
|
22
|
Sudrajat
S.Pd
|
SMP
MAHARDIKA
|
|
|
|
23
|
Muhamad
Darajat S.Pd
|
SMP
PGRI PADALARANG
|
|
|
|
24
|
Yanti
Pertiwi S.Pd
|
SMP
MUSTIKA PDL
|
|
|
|
25
|
Roni
B S.Pd
|
SMPN
2 CIPATAT
|
|
|
|
26
|
Joni
S.Pd
|
SMPN
1 CIPATAT
|
|
|
|
27
|
Jajang
S.Pd
|
SMPN
3 Cipatat
|
|
|
|
28
|
Nani
Sumartini, S.Pd.
|
SMP
PGRI CIPATAT
|
|
|
|
29
|
Hadi , S.Pd.
|
SMP
PGRI CIPATAT
|
|
|
|
30
|
Hendro
Kartiko S.Pd
|
SMPN
3CIPATAT
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengurus MGMP
DAFTAR HADIR
KEGIATAN MGMP GUGUS 02 KABUPATEN BANDUNG BARAT
mata pelajaran : PKn
Hari, Tanggal : ………………….,…………….2012
|
NO
|
NAMA
|
ASAL SEKOLAH
|
|
Tanda tangan
|
|
No HP
|
|
|||
|
1
|
Budi
Ruhiat, S.Pd.
|
SMPN 1 NGAMPRAH
|
|
|
|
2
|
Drs
Rosidi.
|
SMPN 1 NGAMPRAH
|
|
|
|
3
|
Bambang
Yustia.S.Pd
|
SMPN 2Ngamprah
|
|
|
|
4
|
Teja
Purnamasari , S.Pd.
|
SMPN 2 NGAMPRAH
|
|
|
|
5
|
Ela
Laelawati, S.Pd.
|
SMPN 2 NGAMPRAH
|
|
|
|
6
|
Usep
Rusmana S.Pd
|
SMPN 1 PADALARANG
|
|
|
|
7
|
Dra
Sumarsih
|
SMPN 1 PADALARANG
|
|
|
|
8
|
Dra
Eni Nurani.
|
SMPN 1 PADALARANG
|
|
|
|
9
|
Neneng
Salamah, . M.Pd
|
SMPN 2 PADALARANG
|
|
|
|
10
|
Eri
Indriati, S.Pd
|
SMPN 2 PADALARANG
|
|
|
|
11
|
Teti
S.Pd
|
SMPN
4 NGAMPRAH
|
|
|
|
12
|
Rina, S.Pd.
|
SMPN 3 PADALARANG
|
|
|
|
13
|
Sri., S.Pd.
|
SMPN 3 PADALARANG
|
|
|
|
14
|
Mery, S.Pd.
|
SMPN 3 PADALARANG
|
|
|
|
15
|
Sandra
Hadi Saputra , S.Pd.
|
SMPN 4 PADALARANG
|
|
|
|
16
|
Dian
K , S.Pd.
|
SMPN 4
PADALARANG
|
|
|
|
17
|
Sumiarsih
, S.Pd.
|
SMPN 1
BATUJAJAR
|
|
|
|
18
|
Dra
Imas Maygeti
|
SMPN 1
BATUJAJAR
|
|
|
|
19
|
Yuyun
, S.Pd.
|
SMPN
2 BATUJAJAR
|
|
|
|
20
|
Hani, S.Pd.
|
SMPN 4 BATUJAJAR
|
|
|
|
21
|
ATIK
S.Pd
|
SMP
Al Amin
|
|
|
|
22
|
Sudrajat
S.Pd
|
SMP
MAHARDIKA
|
|
|
|
23
|
Muhamad
Darajat S.Pd
|
SMP
PGRI PADALARANG
|
|
|
|
24
|
Yanti
Pertiwi S.Pd
|
SMP
MUSTIKA PDL
|
|
|
|
25
|
Roni
B S.Pd
|
SMPN
2 CIPATAT
|
|
|
|
26
|
Joni
S.Pd
|
SMPN
1 CIPATAT
|
|
|
|
27
|
Jajang
S.Pd
|
SMPN
3 Cipatat
|
|
|
|
28
|
Nani
Sumartini, S.Pd.
|
SMP
PGRI CIPATAT
|
|
|
|
29
|
Hadi , S.Pd.
|
SMP
PGRI CIPATAT
|
|
|
|
30
|
Hendro
Kartiko S.Pd
|
SMPN
3CIPATAT
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengurus MGMP
DAFTAR
ANGGOTA MGMP GUGUS 02
MATA
PELAJARAN : PKn
|
NO
|
NAMA
|
NIP
|
ASAL SEKOLAH
|
Pangkat
/golongan
|
No. HP
|
|
|
|
|
Telp
Rumah
|
||
|
1
|
Budi
Ruhiat, S.Pd.
|
197009181998021001
|
SMPN 1 NGAMPRAH
|
|
|
|
2
|
Drs
Rosidi.
|
|
SMPN 1 NGAMPRAH
|
|
|
|
3
|
Bambang
Yustia.S.Pd
|
|
SMPN 2Ngamprah
|
|
|
|
4
|
Teja
Purnamasari , S.Pd.
|
|
SMPN 2 NGAMPRAH
|
|
|
|
5
|
Ela
Laelawati, S.Pd.
|
|
SMPN 2 NGAMPRAH
|
|
|
|
6
|
Usep
Rusmana S.Pd
|
|
SMPN 1 PADALARANG
|
|
|
|
7
|
Dra
Sumarsih
|
|
SMPN 1 PADALARANG
|
|
|
|
8
|
Dra
Eni Nurani.
|
|
SMPN 1 PADALARANG
|
|
|
|
9
|
Neneng
Salamah, . M.Pd
|
|
SMPN 2 PADALARANG
|
|
|
|
10
|
Eri
Indriati, S.Pd
|
|
SMPN 2 PADALARANG
|
|
|
|
11
|
Teti
S.Pd
|
|
SMPN
4 NGAMPRAH
|
|
|
|
12
|
Rina, S.Pd.
|
|
SMPN 3 PADALARANG
|
|
|
|
13
|
Sri., S.Pd.
|
|
SMPN 3 PADALARANG
|
|
|
|
14
|
Mery, S.Pd.
|
|
SMPN 3 PADALARANG
|
|
|
|
15
|
Sandra
Hadi Saputra , S.Pd.
|
|
SMPN 4 PADALARANG
|
|
|
|
16
|
Dian
K , S.Pd.
|
|
SMPN 4
PADALARANG
|
|
|
|
17
|
Sumiarsih
, S.Pd.
|
|
SMPN 1
BATUJAJAR
|
|
|
|
18
|
Dra
Imas Maygeti
|
|
SMPN 1
BATUJAJAR
|
|
|
|
19
|
Yuyun
, S.Pd.
|
|
SMPN
2 BATUJAJAR
|
|
|
|
20
|
Hani, S.Pd.
|
|
SMPN 4 BATUJAJAR
|
|
|
|
21
|
ATIK
S.Pd
|
|
SMP
Al Amin
|
|
|
|
22
|
Sudrajat
S.Pd
|
|
SMP
MAHARDIKA
|
|
|
|
23
|
Muhamad
Darajat S.Pd
|
|
SMP
PGRI PADALARANG
|
|
|
|
24
|
Yanti
Pertiwi S.Pd
|
|
SMP
MUSTIKA PDL
|
|
|
|
25
|
Roni
B S.Pd
|
|
SMPN
2 CIPATAT
|
|
|
|
26
|
Joni
S.Pd
|
|
SMPN
1 CIPATAT
|
|
|
|
27
|
Jajang
S.Pd
|
|
SMPN
3 Cipatat
|
|
|
|
28
|
Nani
Sumartini, S.Pd.
|
|
SMP
PGRI CIPATAT
|
|
|
|
29
|
Hadi , S.Pd.
|
|
SMP
PGRI CIPATAT
|
|
|
|
30
|
Hendro
Kartiko S.Pd
|
|
SMPN
3CIPATAT
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Ketua MGMP Gugus 02
Kabupaten Bandung Barat
Budi Ruhiat S.Pd
NIP : 19700918 199802 1 001
Langganan:
Komentar (Atom)